KOMUNITAS dan kehidupan jin sebagaimana diceritakan dalam beberapa surah dalam Al-Quran, menyerupai komunitas manusia. Mereka kawin-mawin, berperada-ban, berinteraksi satu sama lain, bahkan mereka memiliki kemampuan berinteraksi dengan manusia. Mereka bisa menjelmakan diri ke dalam beberapa bentuk, termasuk menyerupai manusia. Dijelaskan dalam QS al-Jin bahwa di antara mereka ada yang taat beribadah (muslim) ada juga yang kafir dan enggan beribadah. Jin muslim relatif tidak mengganggu atau mengarahkan manusia ke jalan yang sesat, tetapi jin kafir selalu berupaya mengecoh manusia untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Jin-jin kafir ini juga sering dimanfaatkan oleh paradukun dan tukang-tukang sihir didalam meraih keuntungan sesaat di dalam masyarakat.
Bangsa jin juga sering mengikuti aktifitas manusia, termasuk dalam kegiatan dakwah manusia. Dalam Al-Quran juga disebutkan dulu mereka aktif mendengarkan dakwah Rasulullah dan sebagian percaya terhadap ayat-ayat Al-Quran (ayat 1-2). Mereka juga sering ikut beribadah bersama orang Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan para jin banyak yang aktif melakukan thawaf di Kabah. Di antara mereka ada yang dapat memerlihatkan diri kepada orang-orang tertentu.
Kalangan ulama mengklasifikasi jenis-jenis jin sebagai berikut 1) Iblis, yang sangat terkenal sebagai penggoda manusia dan telah dilaknat Allah SWT, 2) Syait/ian, yakni jenis jin yang mengikuti jejak iblis menggoda dan menyesatkan manusia, 3) Marad-dah, jenis jin yang suka membuat orang ragu dan was-was, 4) Ifrit, jenis jin yang lebih kuat dan dapat diperintah oleh manusia, seperti dalam kisah Nabi Sulaiman, 5) Awan, yang paling sering disuruh atau diperalat oleh manusia, 6) Cawasun yang profesinya ahli penyelam seperti mengumpulkan mutiara dan permata dari dasar laut untuk dijadikan batu-batu perhiasan di pekarangan istana Nabi Sulaiman, 7) Thayyarun, yang profesinya terbang kesana-kemari membawa pesanan dan berita, 8) Tawabi, yang dan mengekor pada manusia, 9) Quranayangsuka mengganggu anak-anak kecil, 10) Ummar yang suka memeriahkan dan meramaikan acara-acara atau kegiatan keramaian.
Tentang kemungkinan manusia bersahabat dengan jin memangdisebutkan di dalam Al-Quran dan hadis. Bersahabat dengan jin kafir lebih mudah ketimbang bersahabat dengan jin muslim. Asal persyaratan dan permintaan mereka dipenuhi maka seseorang bisa berkomunikasi bahkan memerintah jin. Kemampuan untuk bersahabat dengan jin kafir inilah yang biasa disalahgunakan orang untuk mendapatkan kekuatan black magic, seprti sihir, tukan teluh, dan sebagainya. Sedangkan untuk bersahabat dengan jin muslim lebih berat karena juga harus melakukan amalan-amalan atau riyadlah tertentu. Mungkin juga tidak terlalu berat, hanya keinginan bagi orang khawash untuk berkomunikasi apalagi meminta bantuan kepada jin sangat Ijecil, karena bagi mereka, kenapa harus meminta bantuan kepada jin, kenapa bukan kepada Allah Yang Maha Penolong secara langsung? Inilah mungkin yang membuat black magic lebih umum daripada white magic.
Ayat-ayat dan hadis memang banyak mengisyaratkan kemungkinan manusia bisa bersahabat dan berinteraksi dengan jin tetapi pada umumnya tidak menganjurkan untuk melakukan itu, betapapun itu jin muslim. Al-Quran dan hadis mengisyaratkan hubungan interaktif antara manusia dan jin lebih banyak mendatangkan mudarat Jan fitnah ketimbang manfaat. Bahkan Al-Quran memberikan warning tegas "Sesungguhnya setan adalah musuhmu, maka jadikanlah ia sebagai musuh" (QS al-Fathir ayat 6). Ayat lainnya"... dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah selan karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyala bagi kamu" (QS al-Baqarah/2168). Kita juga tidak perlu takut kepada jin atau setan bahkan iblis sekalipun, karena mereka lebih lemah posisinya di samping manusia (yang memiliki iman yang kuat). (Nasaruddin Umar)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar